Bahasa Pemograman Dasar C++
(1)
Selamat datang di Artikel "Tutorial Lengkap Belajar Bahasa Pemrograman C++".
Disini sobat dapat menemukan daftar/list artikel dan materi tentang
tutorial belajar bahasa pemrograman C++ mulai dari tingkat dasar sampai
mahir yang akan dijelasakan mendetail lengkap dengan contoh program dan
penjelasannya.
Bahasa C++ sendiri umumnya harus dipelajari oleh sobat yang mengambil jurusan seperti Elektro dan Teknik Informatika. Karena bahasa pemrograman C++ biasanya dijadikan sebagai bahasa pengantar untuk pengenalan dunia pemrograman.
Bahasa C++ sendiri umumnya harus dipelajari oleh sobat yang mengambil jurusan seperti Elektro dan Teknik Informatika. Karena bahasa pemrograman C++ biasanya dijadikan sebagai bahasa pengantar untuk pengenalan dunia pemrograman.
Untuk menjadi mahir Bahasa Pemrograman C++, Sobat dapat belajar C++
melalui tahap-tahap dibawah ini yang telah kami susun dari materi dasar
hingga mahir, sehingga akan sangat membantu sobat untuk menguasai bahasa
C++ dari nol. jadi sobat bisa belajar sesuai tahap-tahap yang telah
kami sajikan dibawah ini.
Tahap 1 : Pengenalan
- Sejarah Bahasa Pemrograman C++
- Perbedaan Bahasa C dan C++
- Pengertian dan Fitur-fitur C++
- Pengertian dari Compiler (Kompilator)
- Pengertian Kode ASCII
- Pengertian C++ dan Dev-C++
- Pengertian dan Dasar-Dasar Penggunaan Dev-C++
- Struktur atau Bagian-Bagian Program C++
- Membuat Hello World di C++ dengan Dev-C++
Tahap 2 : Komentar, Identifier, Tipe data, Input dan Output
- Pengertian dan Contoh Komentar dalam C++
- Pengertian dan Contoh Macam Identifier C++
- Pengertian Input dan Output C++
- Pengertian dan Deklarasi Variabel C++
- Perbedaan Variabel Global dan Variabel Lokal
- Pengertian dan Jenis-jenis Variabel C++
- Pengertian dan Macam-macam Tipe Data C+
- Pengertian dan Contoh Konstanta C++
- Macam-macam dan Contoh Perintah Keluaran (Output) C++
- Macam-macam dan Contoh Manipulator C++
- Macam-macam dan Contoh Perintah Masukan (Input) C++
- Cara Penggunaan dan Contoh Penentu Lebar Field C++
- Macam-macam Fungsi Escape Sequences C++
Tahap 3 : Operators & Operasi String
- Macam Macam dan Contoh Operator C++
- Pengertian dan Daftar Precedence of Operator C++
- Pengertian dan Contoh Operator Increment dan Decrement C++
- Macam-macam dan Contoh Operator Aritmatika C++
- Macam-macam dan Contoh Operator Logika C++
- Macam-macam dan Contoh Operator Relasional C++
- Macam-macam dan Contoh Operator Bitwise C++
- Macam-macam dan Contoh Fungsi Manipulasi String C++
- Pengertian dan Contoh Manipulasi String, memchr() C++
- Pengertian dan Contoh Manipulasi String, memcmp() C++
- Pengertian dan Contoh Manipulasi String, memcpy() C++
- Pengertian dan Contoh Manipulasi String, memmove() C++
- Pengertian dan Contoh Manipulasi String, memset() C++
- Pengertian dan Contoh Manipulasi String, strcspn() C++
- Pengertian dan Contoh Manipulasi String, strerror() C++
- Pengertian dan Contoh Manipulasi String, strpbrk() C++
- Pengertian dan Contoh Manipulasi String, strtok() C++
- Fungsi dan Macam-Macam Operasi Boolean C++
Tahap 4 : Pernyataan Penyeleksian & Pengulangan
- Pengertian dan Macam-macam Statements (Pernyataan) C++
- Pengertian dan Macam-macam Operasi Percabangan C++
- Pengertian dan Contoh Pernyataan IF C++
- Pengertian dan Contoh Pernyataan IF - ELSE C++
- Pengertian dan Contoh Pernyataan IF - ELSE Majemuk C++
- Pengertian dan Contoh Pernyataan Nested if C++
- Pengertian dan Contoh Pernyataan Switch-Case C++
- Pengertian dan Macam-macam Struktur Perulangan C++
- Pengertian dan Contoh Perulangan FOR C++
- Pengertian dan Contoh Perulangan Nested For (For bersarang) C++
- Pengertian dan Contoh Perulangan While C++
- Pengertian dan Contoh Perulangan Nested While (While bersarang) C++
- Pengertian dan Contoh Perulangan Do-While C++
- Pengertian dan Contoh Perulangan Nested Do-While (Do-While bersarang) C++
- Macam-macam dan Contoh Jump Stetements (Lompatan) C++
- Pengertian dan Contoh Pernyataan Break C++
- Pengertian dan Contoh Pernyataan Continue C++
- Pengertian dan Contoh Pernyataan Goto C++
- Pengertian dan Contoh Fungsi Exit() C++
Tahap 5 : Array & Sorting
- Pengertian, Macam-macam dan Konsep Array C++
- Pengertian dan Contoh Array Satu Dimensi C++
- Pengertian dan Contoh Array Dua Dimensi C++
- Pengertian dan Contoh Array Multidimensi C++
- Pengertian dan Contoh Sorting Bubble Sort C++
- Pengertian dan Contoh Sorting Insertion Sort C++
- Pengertian dan Contoh Sorting Selection Sort C++
- Pengertian dan Contoh Sorting Shell Sort C++
- Pengertian dan Contoh Sorting Quick Sort C++
- Pengertian dan Contoh Sorting Merge Sort C++
Tahap 6 : Pointer dan Reference
- Pengertian Pointer dan Macam-macam Operator nya di C++
- Cara dan Contoh Deklarasi Pointer pada Variabel C++
- Cara dan Contoh Deklarasi Pointer pada Konstanta C++
- Cara Memasukkan Nilai ke dalam Pointer C++
- Cara dan Contoh Deklarasi Pointer pada Pointer C++
- Cara dan Contoh Deklarasi Pointer Pada Array C++
- Cara dan Contoh Deklarasi Pointer pada String C++
- Pengertian dan Contoh Pointer ke Poniter C++
- Operasi Aritmatika pada Pointer C++
- Pengertian dan Macam-macam Preprocessor Directives C++
- Pengertian dan Cara Pembuatan File Header C++
- Pengertian dan Struktur Fungsi C++
- Perbedaan Fungsi dan Prosedur
- Pengertian Prototipe dan Parameter Fungsi C++
- Pengertian dan Contoh Fungsi Tanpa Nilai Balik dan Dengan Nilai Balik C++
- Pengertian dan Contoh Fungsi dengan Parameter C++
- Pengertian dan Contoh Pointer ke Fungsi C++
- Cara dan Contoh Pemanggilan Dengan Nilai (Call by Value) C++
- Cara dan Contoh Pemanggilan Dengan Referensi (Call by Reference) C++
- Pengertian dan Contoh Pernyataan Return() C++
- Pengertian dan Contoh Fungsi Inline C++
- Pengertian dan Contoh Fungsi Overloading C++
- Pengertian dan Contoh Structure C++
- Cara dan Contoh Structure dengan Array pada Fungsi C++
- Pengertian dan Contoh Kelas & Objek C++
- Pengertian dan Keuntungan Object Oriented Programming (OOP) C++
- Contoh Array Pada Class C++
- Pengertian dan Contoh Konstruktor C++
- Pengertian dan Contoh Destruktor C++
- Karakterisitik Object Oriented Pemrograman (OOP) C++
- Pengertian dan Contoh Pewarisan Sifat Objek C++
- Cara dan Contoh Pembacaan (Input) dan Penulisan (Output) File C++
Pembuatan Materi dan Tutorial di atas menggunakan IDE (Integrated
Development Environment) Dev-C++. mungkin beberapa contoh program dalam
materi dan tutorial di atas penulisannya akan sedikit berbeda seandainya
sobat menggunakan IDE yang lain, akan tetapi perbedaan masih dalam
tingkatan yang wajar dan biasanya sobat hanya perlu menambahkan sedikit
code / menghilangkan sedikit code agar sesuai dengan IDE yang sobat
gunakan.
Daftar Materi dan Tutorial di atas akan selalu kami kembangkan untuk
mempermudahkan dan memperdalam pemahaman sobat dalam belajar C++.
seandainya sobat menemui kendala dalam mempelajari Materi dan Tutorial
di atas atau memiliki kritik dan masukan terhadap kami, sobat dapat
mengirim pertanyaan, keluhan, masukan dan kritik Sobat melalui halaman Contact Us.
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas Identifier dalam Bahasa C++
lengkap dengan contoh program dan pembahasannya. C++ sendiri merupakan
bahasa pemrograman yang diciptakan pada tahun 1980, ketika Bjarne
Stroustrup melakukan pekerjaan untuk memperoleh gelar Ph.D. dalam
pembuatan contoh program pada artikel ini kita akan menggunakan IDE
Dev-C++. Baiklah langsung saja kita bahas Pengertian, Jenis dan Contoh
Identifier dalam C++.
Pengertian, Jenis dan Contoh Identifier dalam C++
(2)
Pengertian Identifier
Identifier adalah sebuah pengenal atau pengidentifikasi yang kita
deklarasikan agar kompiler dapat mengenalinya. atau Identifier juga
biasa diartikan sebagai nama yang diberikan untuk penamaan objek,
Identifier dapat berupa nama variabel, nama konstanta, nama fungsi, nama
prosedur maupun nama namescape. namu pada kesempatan ini kita akan
batasi pembahasannya pada identifier yang berperan sebagai variabel dan
konstanta saja.
Identifier yang berperan sebagai variabel dan konstanta berfungsi untuk
menampung sebuah nilai yang digunakan dalam program. Hal ini digunakan
untuk memudahkan proses penanganan data atau nilai, misalnya untuk
memasukkan dan menampilkan nilai. Sebagai gambaran dibawah ini adalah
sebuah contoh program yang menggunakan 2 buah identifier didalamnya.
Contoh Identifier dalam C++
#include <iostream>
using namespace std;
int main ()
{
char Teks [20]; int X;
cout<<"Masukkan sebuah kata : ";cin>>Teks;
cout<<"Masukkan sebuah angka : ";cin>>X;
cout<<"\nKata yang di masukkan : "<<Teks;
cout<<"\nAngka yang di masukkan : "<<X;
return 0;
}
Pada program diatas kita mempunyai 2 buah identifier, yaitu Teks dan X.
Pada saat program dijalankan, identifier tersebut akan digunakan untuk
menyimpan nilai yang dimasukkan dari keyboard. Dalam C++, proses
penyimpanan nilai seperti ini dinyatakan dengan perintah "cin" yang
menggunakan operator ">>". Berbeda dengan "cin", perintah "cout"
digunakan untuk menampilkan nilai, dimana operator yang digunakan adalah
operator "<<".
Baca Juga : Struktur atau Bagian-Bagian Program C++ (Lengkap Penjelasan)
Dalam C++ sendiri dalam pembuatan Identifier kita dapat menuliskannya dengan karakter sebagai berikut:
Baca Juga : Struktur atau Bagian-Bagian Program C++ (Lengkap Penjelasan)
Dalam C++ sendiri dalam pembuatan Identifier kita dapat menuliskannya dengan karakter sebagai berikut:
- Huruf "a" sampai "z"
- Huruf "A" sampai "Z"
- Bilangan antara "0" sampai "9"
- Underscore " _ "
6 Ketentuan membuat Identifier
Dalam menentukan atau membuat identifier dalam program, kita harus memperhatikan hal-hal berikut:
1. Case sensitive
Karena bahasa C++ bersifat case sensitive, maka C++ juga akan membedakan
identifier yang ditulis dengan huruf kapital dan huruf kecil. Misalnya
identifier ABC tentunya akan berbeda dengan identifier aBC.
2. Tidak boleh diawali dengan Angka
Identifier tidak boleh diawali dengan karakter yang berupa angka, berikut contohnya:
int 2a; // Salah karena identifier diawali dengan karakter berupa angka
int a2; // Benar karena identifier tidak diawali dengan angka
3. Tidak menggunakan spasi
Identifier tidak boleh mengandung spasi, biasanya spasi diganti dengan underscore "_" , berikut contohnya:
int Bilangan Bulat; // Salah karena mengandung spasi
int Bilangan_Bulat; // Benar
int BilanganBulat; // Benar
int _BilanganBulat; // Benar
4. Tidak menggunakan karakter simbol
Identifier tidak boleh menggunakan karakter-karakter simbol (#,$,%,^,!,@,?, dll), berikut contohnya:
int #JumlahBilangan; // Salah
int ^JumlahBilangan; // Salah
5. Tidak menggunakan kata kunci (keyword)
Identifier tidak boleh menggunakan kata kunci (keyword) yang terdapat pada C++, berikut contohnya:
int break; // Salah, karena menggunakan kata kunci break
int return; // Salah, karena menggunakan kata kunci return
int breakfast; // Benar, karena breakfast bukan merupakan kata kunci
Nama identifier sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, artinya jangan sampai orang lain bingung hanya kara kita salah / asal dalam penamaan identifier, contohnya:
int BilanganBulat; // Tepat
int BukanBilanganPecahan; // Kurang tepat
Contoh Identifier sebagai Konstanta dalam C++
Konstanta adalah jenis identifier yang bersifat konstan atau tetap, artinya nilai dari konstanta didalam program tidak dapat diubah.berikut Contoh Identifier sebagai Konstanta dalam C++:![]() |
| Contoh Identifier sebagai Konstanta dalam C++ |
#include <iostream>
using namespace std;
int main ()
{
const float PI = 3.14;
float LuarLingkaran, Jari2;
cout <<"\n === Program Luas Lingkaran === \n\n";
cout <<"Masukkan nilai Jari-jari : "; cin>>Jari2;
// PI = 10; seandainya PI dirubah 10 maka akan error
// silakan dicoba
LuarLingkaran = PI * Jari2 * Jari2;
cout <<"Luas Lingkaran : " <<LuarLingkaran<<endl;
return 0;
}
Baca Juga : Cara Deklarasi Pointer Pada Variabel C++, Lengkap Contoh dan Penjelasan
Contoh Identifier sebagai Variabel dalam C++
Berbeda dengan konstanta yang mempunyai nilai tetap, variabel adalah sebuah identifier yang mempunyai nilai dinamis. Arti kata "dinamis" disini bermaksud bahwa nilai variabel tersebut dapat kita ubah sesuai kebutuhan dalam program. berikut Contoh Identifier sebagai Variabel dalam C++, jangan lupa amati perbedaanya dengan Identifier sebagai konstanta:![]() |
| Contoh Identifier sebagai Variabel dalam C++ |
#include <iostream>
using namespace std;
int main ()
{
float PI = 3.14;
float LuarLingkaran, Jari2;
cout <<"\n === Program Luas Lingkaran === \n\n";
cout <<"Masukkan nilai Jari-jari : "; cin>>Jari2;
// Karena Identifier PI merupakan variabel
// Maka nilai PI dapat dirubah
PI = 10;
LuarLingkaran = PI * Jari2 * Jari2;
cout <<"Luas Lingkaran : " <<LuarLingkaran<<endl;
return 0;
}
(3)
Pengertian Operator pada C++
Operator
merupakan suatu simbol yang digunakan untuk melakukan suatu operasi
atau manipulasi, seperti operator penjumlahan, pengurangan, perkalian,
pembagian dan operator lainnya. Fungsi operator-operator ini sangat
penting, tanpa adanya operator kita tidak bisa membuat program
perhitungan, program perbandingan dan lain-lain. Operator-operator pada
pemrograman C++ memiliki beberapa sifat sebagai berikut:
Unary Sifat unary hanya melibatkan sebuah operand yang terdapat pada operator aritmatik c++.
Contoh : -7
Binary Sifat binary melibatkan dua buah operand yang terdapat pada operator aritmatik c++.
Contoh : 5+9
Ternary Sifat ternary melibatkan tiga buah operand yang terdapat pada operator aritmatik c++.
Contoh : (15%3)+5+9
Unary Sifat unary hanya melibatkan sebuah operand yang terdapat pada operator aritmatik c++.
Contoh : -7
Binary Sifat binary melibatkan dua buah operand yang terdapat pada operator aritmatik c++.
Contoh : 5+9
Ternary Sifat ternary melibatkan tiga buah operand yang terdapat pada operator aritmatik c++.
Contoh : (15%3)+5+9
B. Macam-macam Operator pada C++
Sebenarnya
di list pembahasan di atas sudah bisa dilihat macam-macam operator pada
C++, tetapi pada list di atas adalah operator-operator yang akan
menjadi pembahasan. Untuk macam-macam operator lebih lengkapnya ada di
bawah ini.
1. Operator Aritmatika
2. Operator Pemberi Nilai
3. Operator Penambah dan Pengurang
4. Operator Relasi
5. Operator Logika
6. Operator Bitwise
List di atas merupakan macam-macam operator yang terdapat pada C++, apabila ada operator yang teman-teman tau dan tidak ada di list, mohon beritahu kami lewat koment di bawah. Dan dari operator-operator di atas, yang tidak dijelaskan pada artikel ini adalah operator pemberi nilai dan operator bitwise.C. Operator Aritmatika pada C++
Operator
aritmatika sama fungsinya dengan oprator matematika sederhana, yang
membedakan ada beberapa tanda yang tidak sama dari operator matematika
yang biasa kita gunakan pada pelajaran matematika. Ada 5 operator
aritmatika dalam pemrograman C++ yang akan kita bahas satu per satu
berikut ini. Contoh program digabung menjadi 1 setelah penjelasan aritmatika satu per satu.
1. Operator Penjumlahan
Pada
matematika menggunakan tanda " + " tambah, pada pemrograman C++ pun
sama menggunakan tanda " + " tambah juga. Contoh penggunaannya:
var = 5 + 1;
atau
var = angka1 + angka2;
atau
var = angka1 + 5;
atau lainnya
2. Operator Pengurangan
Penggunaan
operator pengurangan sama dengan operator penjumlahan dan tanda yang
digunakan sama dengan matematika yaitu tanda " - ". Contoh
penggunaannya:
var = 5 - 1;
atau
var = angka1 - angka2;
atau
var = angka1 - 5;
atau lainnya
3. Operator Perkalian
Operator
perkalian pada pemrograman c++ memiliki tanda bintang " * " sedangkan
pada matematika lebih dikenal dengan tanda " x ". Contoh penggunaannya:
var = 5 * 1;
atau
var = angka1 * angka2;
atau
var = angka1 * 5;
atau lainnya
4. Operator Pembagian
Operator pembagian pada program C++ menggunakan tanda backslash " / ". Contoh penggunaan:
var = 5 / 1;
atau
var = angka1 / angka2;
atau
var = angka1 / 5;
atau lainnya
5. Operator Modulus
Operator modulus merupakan hasil sisa dari pembagian. Contoh penggunaannya:
var = 5 % 2;
atau
var = angka1 % angka2;
atau
var = angka1 % 5;
atau lainnya
Penjelasan :
Kotak 1 terdapat variabel a dengan nilai 50 dan variabel b
dengan nilai 20, variabel seperti ini biasa juga disebut dengan
konstanta atau inputan statis. varibel a dan b inilah yang akan diproses
oleh program dengan operator aritmatika.
Kotak 2 ini terdapat inisialisasi variabel tambah ,kurang, kali, bagi dan mod sebagai tempat untuk menyimpan hasil proses variabel a dan b.
Kotak 3 ini adalah proses perhitungan aritmatika
variabel tambah digunakan untuk menyimpan hasil proses penjumlahan
variabel kurang digunakan untuk menyimpan hasil proses pengurangan
variabel kali digunakan untuk menyimpan hasil proses perkalian
variabel bagi digunakan untuk menyimpan hasil proses pembagian
variabel mod digunakan untuk menyimpan hasil proses modulus atau hasil sisa pembagian
Kotak 4 adalah proses pemanggilan, setelah proses perhitungan yang disimpan di variabel masing-masing, maka masing-masing variabel tersebut dipanggil untuk ditampilkan ke layar.
![]() |
| contoh operator artimatika pada c++ |
Kotak 2 ini terdapat inisialisasi variabel tambah ,kurang, kali, bagi dan mod sebagai tempat untuk menyimpan hasil proses variabel a dan b.
Kotak 3 ini adalah proses perhitungan aritmatika
variabel tambah digunakan untuk menyimpan hasil proses penjumlahan
variabel kurang digunakan untuk menyimpan hasil proses pengurangan
variabel kali digunakan untuk menyimpan hasil proses perkalian
variabel bagi digunakan untuk menyimpan hasil proses pembagian
variabel mod digunakan untuk menyimpan hasil proses modulus atau hasil sisa pembagian
Kotak 4 adalah proses pemanggilan, setelah proses perhitungan yang disimpan di variabel masing-masing, maka masing-masing variabel tersebut dipanggil untuk ditampilkan ke layar.
D. Operator Penambah dan Pengurang pada C++
Operator penambahan menggunakan tanda " ++ ", artinya variabel yang digunakan akan bertambah 1 dan operator pengurangan menggunakan tanda " -- " artinya variabel yang digunakan akan berkurang 1.
Bentuk penulisan :
Diletakkan di belakang variabel :
Proses perhitungan akan dilakukan setelah ekpresi ++/--. Misalkan variabel A, ketika A dipanggil menggunakan A++ nilainya tetap sama dan perubahan akan dilakukan setelahnya yaitu ketika nilai A dipanggil lagi.
Contoh program :
Output program :
Bentuk penulisan :
A++ atau ++ADi atas ada 2 cara pemanggilan, yaitu diletakkan di belakang dan di depan variabel. Dari perbedaan cara penempatan maka artinya pun berbeda.
A-- atau --A
Diletakkan di belakang variabel :
Proses perhitungan akan dilakukan setelah ekpresi ++/--. Misalkan variabel A, ketika A dipanggil menggunakan A++ nilainya tetap sama dan perubahan akan dilakukan setelahnya yaitu ketika nilai A dipanggil lagi.
Contoh program :
![]() |
| output contoh program operator penambah dan pengurang pada c++ |
Dari program di atas dapat kita lihat, nilai variabel a dan b adalah 50 ketika dipanggil dengan a++
nilai a dan b tetap sama yaitu 50, tapi ketika dipanggil lagi nilai a
dan b sudah berubah, nilai a menjadi 51 dan nilai b menjadi 49. Inilah
maksud melakukan proses setelah ekpresi ++ dan --.
Diletakkan di depan variabel :
Proses perhitungan dilakukan sebelum atau pada saat ketemu ekpresi ++/--. Misalkan variabel A, ketika A dipanggil menggunakan ++A maka saat itu juga nilai A berubah.
Contoh program :
![]() |
| output contoh program penambah pengurang pada c++ |
Dari
output proram di atas sudah bisa kita lihat nilai variabel a dan b
sudah berubah pada saat dipanggil dan ketika dipanggil ulang juga sudah
berubah.
E. Operator Relasi pada C++
Operator
relasi digunakan untuk membandingkan dua buah nilai dan hasil dari
perbandingan menghasilkan nilai 1 jika benar dan 0 jika salah. Kegunaan
dari opertor relasi ini sangat penting dalam membuat program apalagi
ketika kita membuat program percabangan atau perulangan, dalam hal lain
pun ini sangat penting. Ada 6 operator relasi yaitu " == " , " != " , " > " , " < " , " >= " , " <= ". Sebagai contoh kita gunakan variabel x dan y.
Tanda sama dengan " == " (bukan pemberi nilai) digunakan ketika membandingkan nilai x dan nilai y sama.
Tanda tidak sama dengan " != " digunakan ketika membandingkan nilai x tidak sama dengan nilai y.
Tanda lebih besar " > " digunakan ketika membandingkan nilai x lebih besar dari nilai y.
Tanda lebih kecil " < " digunakan ketika membandingkan apakah nilai x lebih kecil dari nilai y.
Tanda lebih besar sama dengan " >= " digunakan ketika membandingkan apakah nilai x lebih besar sama dengan nilai y.
Tanda lebih kecil sama dengan " <= " digunakan ketika membandingkan apakah nilai x lebih kecil sama dengan nilai y.
Contoh program :
Output :
Penjelasan :
Tanda " == " benar, menghasilkan output nilai 1 karena nilai variabel x dan variabel y sama yaitu sama 50.
Tanda " != " salah, menghasilkan output nilai 0 karena nilai variabel x dan variabel y sama.
Tanda " > " salah, menghasilkan output nilai 0 karena tidak ada nilai yang lebih besar dari variabel x dan y.
Tanda " < " salah, menghasilkan output nilai 0 karena tidak ada nilai yang lebih kecil dari variabel x dan y.
Tanda " >= " benar, menghasilkan output nilai 1 karena dalam operator ini terdapat sama dengan dan nilai x dan y memang sama.
Tanda " <= " benar, menghasilkan output nilai 1 karena dalam operator ini terdapat sama dengan dan nilai x dan y memang sama.
Tanda sama dengan " == " (bukan pemberi nilai) digunakan ketika membandingkan nilai x dan nilai y sama.
Tanda tidak sama dengan " != " digunakan ketika membandingkan nilai x tidak sama dengan nilai y.
Tanda lebih besar " > " digunakan ketika membandingkan nilai x lebih besar dari nilai y.
Tanda lebih kecil " < " digunakan ketika membandingkan apakah nilai x lebih kecil dari nilai y.
Tanda lebih besar sama dengan " >= " digunakan ketika membandingkan apakah nilai x lebih besar sama dengan nilai y.
Tanda lebih kecil sama dengan " <= " digunakan ketika membandingkan apakah nilai x lebih kecil sama dengan nilai y.
Contoh program :
![]() |
| output program operator relasi pada pemrograman c++ |
Tanda " == " benar, menghasilkan output nilai 1 karena nilai variabel x dan variabel y sama yaitu sama 50.
Tanda " != " salah, menghasilkan output nilai 0 karena nilai variabel x dan variabel y sama.
Tanda " > " salah, menghasilkan output nilai 0 karena tidak ada nilai yang lebih besar dari variabel x dan y.
Tanda " < " salah, menghasilkan output nilai 0 karena tidak ada nilai yang lebih kecil dari variabel x dan y.
Tanda " >= " benar, menghasilkan output nilai 1 karena dalam operator ini terdapat sama dengan dan nilai x dan y memang sama.
Tanda " <= " benar, menghasilkan output nilai 1 karena dalam operator ini terdapat sama dengan dan nilai x dan y memang sama.
F. Operator Logika pada C++
Operator
logika masih berhubungan dengan operator relasi, yaitu untuk
menghubungkan dua buah atau lebih operasi relasi menjadi sebuah ungkapan
kondisi. Operator logika ini juga menghasilkan nilai 1 jika benar dan 0
jika salah. Operator logika berkaitan erat dengan tabel kebenaran dalam
menentukan nilai benar atau salah. Ada 3 tanda operator yang digunakan
yaitu :
Operator AND " && ".
Operator " && " akan bernilai benar jika dua buah atau lebih operasi relasi bernilai benar atau jika nilai a dan nilai b sama maka hasil yang didapatkan adalah benar.
Operator OR " || ".
Operator " || " akan bernilai benar jika salah satu dari operasi relasi bernilai benar atau jika nilai a dan nilai b bernilai salah maka hasilnya salah selain dari itu benar.
Operator NOT " ! ".
Operator " ! " adalah kebalikan dari ekpresi yang disebutkan.
Kita langsung ke contoh program :
Penjelasan : Nilai x=50.
Nilai a = x > 5 + 5
kita masukkan nilai x maka menjadi
a = 50 > 5 + 5
a = 50 > 10
Apakah 50 lebih besar dari 10? jawabannya iya.
Maka menghasilkan nilai 1 dan disimpan di dalam variabel a (a = 1).
Nilai b = x > 100
kita masukkan nilai x maka menjadi
a = 50 > 100
Apakah 50 lebih besar dari 100? jawabannya tidak.
Maka menghasilkan nilai 0 dan disimpan di dalam variabel b (b = 0).
Nilai c = a && b
Nilai a=1 dan b=0.
Nilai a dan b tidak sama maka menghasilkan nilai 0. Nilai 0 disimpan ke dalam variabel c (c=0).
Nilai d = a || b
Nilai a=1 dan b=0.
Salah satu dari variabel a dan b bernilai benar (a=1) maka menghasilkan nilai 1. Nilai 1 disimpan ke dalam variabel d (d=1).
Nilai e = ! (c)
Nilai c=0.
Nilai e adalah kebalikan dari nilai c berarti 1. Nilai 1 disimpan di dalam variabel e (e=1).
![]() |
| Macam-macam operator logika pada c++ |
Operator " && " akan bernilai benar jika dua buah atau lebih operasi relasi bernilai benar atau jika nilai a dan nilai b sama maka hasil yang didapatkan adalah benar.
Operator OR " || ".
Operator " || " akan bernilai benar jika salah satu dari operasi relasi bernilai benar atau jika nilai a dan nilai b bernilai salah maka hasilnya salah selain dari itu benar.
Operator NOT " ! ".
Operator " ! " adalah kebalikan dari ekpresi yang disebutkan.
Kita langsung ke contoh program :
![]() |
| output program operator logika pada c++ |
Nilai a = x > 5 + 5
kita masukkan nilai x maka menjadi
a = 50 > 5 + 5
a = 50 > 10
Apakah 50 lebih besar dari 10? jawabannya iya.
Maka menghasilkan nilai 1 dan disimpan di dalam variabel a (a = 1).
Nilai b = x > 100
kita masukkan nilai x maka menjadi
a = 50 > 100
Apakah 50 lebih besar dari 100? jawabannya tidak.
Maka menghasilkan nilai 0 dan disimpan di dalam variabel b (b = 0).
Nilai c = a && b
Nilai a=1 dan b=0.
Nilai a dan b tidak sama maka menghasilkan nilai 0. Nilai 0 disimpan ke dalam variabel c (c=0).
Nilai d = a || b
Nilai a=1 dan b=0.
Salah satu dari variabel a dan b bernilai benar (a=1) maka menghasilkan nilai 1. Nilai 1 disimpan ke dalam variabel d (d=1).
Nilai e = ! (c)
Nilai c=0.
Nilai e adalah kebalikan dari nilai c berarti 1. Nilai 1 disimpan di dalam variabel e (e=1).










Komentar
Posting Komentar